Tampilkan postingan dengan label bunga rafflesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bunga rafflesia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Februari 2011

Perbedaan Bunga Rafflesia dan Bunga Bangkai

Bunga Rafflesia
Rafflesia arnoldii dan Bunga Bangkai (Amorphpophallus titanium) merupakan dua jenis tanaman yang berbeda. Meski oleh masyarakat terkadang kedua jenis tanaman ini dianggap sama bahkan saling tertukar. Saya sendiri sempat mendengar seorang guru Sekolah Dasar yang mengatakan di depan murid-muridnya bahwa bunga Bangkai adalah Rafflesia.

Memang Rafflesia dan Bunga Bangkai (Suweg Raksasa) sama-sama memiliki ukuran besar (raksasa) dan mengeluarkan bau yang busuk. Namun antara Raflesia dan Bungan Bangkai (Amorphpophallus titanium) memiliki perbedaan pada klasifikasi biologi, bentuk, warna, cara hidupnya, dan siklus hidupnya.

Jumat, 28 Januari 2011

Semerbak Harum di Taman Bunga (2/4)

Bunga Terbesar dan “Terharum”

Bangsa Indonesia boleh berbangga karena begitu banyaknya spesies tanaman berbunga yang tumbuh di tanah tercinta ini. Bahkan, kabarnya Indonesia memiliki jenis anggrek terbanyak di dunia, yang masih belum seluruhnya teridentifikasi di belantara hutan Kalimantan dan Sumatera.

Salah satu kartupos bergambar khas Indonesia yang banyak beredar di toko buku adalah gambar bunga Rafflesia arnoldi. Sebuah buku terbitan Indonesia yang sampulnya menggunakan gambar bunga ini telah menarik perhatian sejumlah pengunjung Pameran Buku Internasional 1995 di Tokyo. Saya bersama Ibu Aida Joesoef dari Ikapi yang bertugas saat itu, dengan bangga menceritakan kekhasan bunga terbesar itu (padahal kami belum pernah melihat bunga itu dengan mata kepala sendiri!). Nama bunga ini kabarnya berasal dari Stamford Raffles (1781–1826), penguasa berkebangsaan Inggris yang pernah menduduki Indonesia di masa lalu.

Bunga lain asal Indonesia yang tak kalah menariknya adalah bunga yang konon amat “harum” alias bunga bangkai. Tanaman yang berbunga sekali dalam waktu 1-3 tahun ini ditemukan di Sumatera pada tahun 1868, bernama Latin Amormophallus titanum.