Tampilkan postingan dengan label edelweis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label edelweis. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Februari 2011

Semerbak Harum di Taman Bunga (3/4)

Edelweiss, Gladiolus, Anggrek

Siapa yang tak kenal keluarga Von Trapp dari Austria? Masyarakat dunia berkenalan dengan keluarga ini melalui film istimewa pemenang hadiah Oscar, The Sound of Music. Pada tahun 1970-an, ketika film itu diputar di sejumlah bioskop di kota Bandung, banyak orang yang menontonnya sampai beberapa kali. Sekarang, video dan DVD-nya merupakan salah satu film yang paling banyak peminatnya di seluruh dunia. Dalam film berdurasi sekitar 3 jam ini, banyak lagu indah didendangkan – salah satu di antaranya Edelweiss. Masih ingatkah Anda ketika Julie Andrews, si pengasuh anak, berdiri terpesona mengagumi tuannya, Baron Von Trapp, yang diperankan Christopher Plummer, yang dengan penuh perasaan menyanyikan lagu Edelweiss? Bunga kecil yang banyak tumbuh di Pegunungan Alpen ini mendapatkan namanya dari gabungan dua kata Jerman: edel yang berarti mulia, dan weiss yang berarti putih atau suci. Memang Edelweiss dikenal sebagai lambang kesucian, khususnya di negara seperti Swiss dan Austria.

Kamis, 27 Januari 2011

Edelweis Bunga Abadi

Edelweis (kadang ditulis eidelweis) atau Edelweis Jawa (Javanese edelweiss) juga dikenal sebagai Bunga Abadi yang mempunyai nama latin Anaphalis javanica, adalah tumbuhan endemik zona alpina/montana di berbagai pegunungan tinggi Indonesia. Tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian maksimal 8 m dengan batang mencapai sebesar kaki manusia walaupun umumnya tidak melebihi 1 m. Tumbuhan yang bunganya sering dianggap sebagai perlambang cinta, ketulusan, pengorbanan, dan keabadian ini sekarang dikategorikan sebagai tanaman langka.

Saya teringat dengan Suzie, teman wanita saya yang dengan bangga memamerkan bunga edelweis yang diberikan oleh pacarnya. Katanya, edelwis merupakan perlambang cinta yang penuh ketulusan mengingat tekstur yang halus dan lembut dengan warnanya yang putih (walau ini sebenarnya tergantung kepada habitat di mana ia tumbuh yang menyebabkan warnanya agak kekuning-kuningan, keabu-abuan ataupun kebiru-biruan).